Search

Memuat...

About Us

Search

Rabu, 18 Agustus 2010

Lirik Lagu Dangdut

Kucing garong

Kelakuan si kucing garong
Ora kena ndeleng sing mlesnong
Main sikat main embat
Apa sing liwat
Kelakuan si kucing garong
Selalu ngulati sasaran
Asal ndeleng pepesan
Wajah bringasan
Iku contoe wang lanang
Sing sifate kaya kucing garong
Awas kudu ngati-ati
Yen kucing garong lagi beraksi
Sing dadi modal andalan
Kucing ngedengi duit atusan
Yen bli kuat nahan iman
Bisa-bisa jadi berantakan

Pandangan pertama

Pandangan pertama awal aku berjumpa ach!..
Pandangan pertama awal aku berjumpa
Seolah-olahnya impian yg berlalu
sungguh tak kusangka dan rasa tak percaya
Cowok setampan dia datang menghampiriku
Hampir-hampir aku tak sadar dibuatnya
Sungguh karena dia
aku di depan anda memberanikan diri
bergaya dan bernyanyi
Pandangan pertama awal aku berjumpa ach!..
Hey!
Pandangan pertama awal aku berjumpa ach!..
Seolah-olahnya impian yg berlalu
sungguh tak kusangka dan rasa tak percaya
Cowok setampan dia hmm..mm.. datang menghampiriku
Hampir-hampir aku tak sadar dibuatnya’
Memang kecantikannya (oh mosok sih?)
dan kelembutan hatinya (ugh yayang.. yayang..)
membuat aku berani (ayuk kalo bisa)
menghadapi dunia (ummm….ach)
Pandangan pertama awal aku berjumpa
ah ah ah..
Pandangan pertama awal aku berjumpa

Wakuncar

Bila malam malam minggu tiba
Anak muda mengatur rencana
Pacar yang mana
Yang mana mana giliran jumpa
Bila malam malam minggu tiba
Anak muda mengatur rencana
Wakuncar waktu kunjung pacar
Wakuncar cari cari pacar
Wakuncar waktu kunjung pacar
Wakuncar cari cari pacar
Wakuncar ho… 3x
Wakuncar ho… 3x

Pengalaman pertama

Lirikan Matamu Menarik Hati
Oh Senyumanmu Manis Sekali
Sehingga Membuat… Aku Tergoda
Sebenarnya Aku Ingin Sekali
Mendekatimu Memadu Kasih
Namun Sayang-Sayang… Malu Rasanya
Biar Kucari Nanti Caranya
Memang Sekarang Malam Perpisahan
Namun Awal Lahirnya Percintaan
Harapanku Dapatlah Kau Rasakan
Meskipun Belum Aku Menyatakan
Ohh… Kiranya Aku… Telah Jatuh Cinta
Senyumlah Sayang Sekali Lagi
Sebagai Tanda Aku Tak Sendiri
Percayalah Baru… Pertama Kali
Pengalaman Ini Aku Alami

Di ambang sore

Dalam renungan kuseorang
diambang sore nan layu
disimpang tiga titian
tamasya indah ku bisu
kesatu arah tertentu
kulepaskan pandangan ku
Ketempat janji bertemu
simpang tiga rumpun bambu
tiap sore kunantikan
disimpang tiga titian
dengan debar kasih sayang
kata mesra kuharapkan
entah apa kah sebabnya
tiada kabar berita
Tujuh senja kunantikan
namun dikau tiada datang
kembali ke atas
dalam renungan ku seorang
dianbang sore nan layu
disimpang tiga titian
tamasya indah kubisu
Mimpi buruk
Semalam aku mimpi, mimpi buruk sekali
‘Ku takut berakibat buruk pula baginya
Suamiku tercinta yang kini jauh di mata
Karena mimpiku itu hati jadi gelisah
Apakah yang menimpa atas dirinya kini
Suamiku tercinta yang kini jauh di mata
Oh Tuhan pada-Mulah kumohon pertolongan
Lindungilah dirinya dari segala musibah
Selamatkanlah dia yang pergi dalam tugas
Serta tenangkanlah oh diriku yang ditinggalkan

Sedingin salju

Pandangan matamu tiada mesra lagi
Belaian tanganmu tiada lembut lagi
Kehangatan cinta darimu, oh Sayang, tak lagi kurasa
Mengapa sikapmu tak seperti dulu
Dinginnya sikapmu oh sedingin salju
Apakah ada salahku
Yang menyakiti hatimu
Ataukah kau telah jemu
Dengan kasih dan sayangku
Kalau demikian baik kaulepaskan
Aku pun tak mau kalau kaupaksakan
Pandangan matamu yang tak mesra lagi
Belaian tanganmu yang tak lembut lagi
Tanpa sepatah pun kata kauucapkan sebagai alasan
Membuat diriku tak percaya lagi
Kepada semua rayu laki-laki
Wulan merindu

sunyi sepi malam, tanpa sinar bulan
sesepi diriku sendiri dalam penantian
Tak tahan rasanya gelora di jiwa ingin segera bertemu
Duhai kekasihku, duhai pujaanku
aku rindu kepadamu
sekian lamanya, kumemendam rasa
tak tertahan lagi, rasa gundah di dalam dada
teringat dirimu terbayang kau slalu setiap malam malam ku
datanglah sayangku hadirlah kasihku
Wulan ini merindumu
Reff:
Betapa indahnya, dunia terasa bila kau ada disisiku
Alangkah cantiknya seakan kurasa bagaikan ku di alam surga
bawalah diriku O sayang
kuingin selalu bersamamu
tak sanggup lagi diri ini
berpisah denganmu kasih
cintaku sayangku kasihku
kuserahkan hanya kepadamu
semoga Tuhan merestui
bahagia selamanya
(kembali ke Reff)
berdua kita selamanya
bahagia selamanya.

Jangan Pernah Selingkuh

Jangan kau dustai aku
Jangan kau sakiti aku
Bila kau cinta padaku

Jangan kau bohongi aku
Jangan kau lukai aku
Bila kau sayang padaku

[Reff:]
Tanpa ku tahu salahku
Tanpa ku tahu dosaku
Kau berbuat semaumu

Jangan pernah kau selingkuh
Jangan pernah kau mendua
Bila kau memang cintaku

Oo~ Oo~ …

Jangan kau dekati aku
Jangan kau merayu aku
Bila kau terus begitu

Buanglah sifat burukmu
Buang semua egomu
Karena ku tak suka itu

Back to Reff

Belah Duren

Makan duren dimalam hari
Paling enak dengan kekasih
Dibelah bang dibelah
Enak bang silahkan dibelah

Reff:
Jangan lupa mengunci pintu
Nanti ada orang yang tau
Pelan-pelan dibelah
Enak bang silahkan dibelah

Semua orang pasti suka belah duren
Apalagi malam pengantin
Sampai pagi pun yo wis ben

Yang satu ini durennya luar biasa
Bisa bikin bang ga tahan
Sampai-sampai ketagihan

Kalo abang suka tinggal belah saja
Kalo abang mau tinggal bilang saja

Back to Reff:

Makan duren dimalam hari
Paling enak dengan kekasih
Dibelah bang dibelah
Enak bang silahkan dibelah

Karmila

Kukenal dikau, lalu jatuh cinta, bagai pertama
Dan kucumbu dikau, penuh kasih mesra, bagai cerita
Kau berulangtahun, kutuang minuman, kedalam gelas
Pada saat itu, kutahu usiamu, baru sebelas
Ho… uwoo Karmila [4x]
Tak kuduga kau balas cintaku,
penuh kasih bagai ‘rang dewasa
Usia muda tak nampak padamu
Dikau… yang terakhir… [3x]
Ho… uwoo Karmila [4x]
Hou!Barulah sekarang aku menyadari
Cintamu padaku oh sekulit ari
Tiada kusangka engkau
Sampai hati nodai cintaku yang suci mulia
**
Panas bara api membakar tubuhku
Lebih pana lagi ho terbakar hati
Telah kucoba hati tak mau lagi
Lebih baik cinta oh sampai disini

Sedingin salju

Pandangan matamu tiada mesra lagi
belaian tanganmu tiada lembut lagi
kehangatan cinta darimu oh sayang
tak lagi kurasa
mengapa sikapmu tak seperti dulu
dinginnya sikapmu oh sedingin salju
Reff :
apakah ada salahku yang menyakiti hatimu
ataukah kau telah jemu
dengan kasih dan sayangku
kalau demikian baik kau lepaskan
akupun tak mau kalau kau paksakan
pandangan matamu tiada mesra lagi
belaian tanganmu tiada lembut lagi
Tanpa sepatahpun kat kau ucapkan
sebagai alasan
membuat diriku tak pecaya lagi kepada semua rayu laki-laki

Selamat malam

Selamat malam duhai kekasih
sebutlah namaku
menjelang tidurmu
bawalah aku
dalam mimpi yang indah
di malam yang dingin
sesunyi ini
Selamat malam duhai kekasih
aku sebut namamu
menjelang tidurku
agar kau hadir
dalam mimpi indahku
di peraduan yang
sepi ini
Reff :
Gelisah hatiku
karena kau jauh dariku
tak lelap tidurku
karena terbalut rindu
adakah rindu
di dalam hatimu
seperti diriku
merindukanmu

Lilin putih
Lilin-lilin putih berilah terangmu
Lilin-lilin putih temanilah aku
Sepi sendiri dimalam ini
Tiada kasih yang menemani
**
Lilin-lilin putih katakan padanya
Lilin-lilin putih kumerindukannya
***
Cerita cintaku dia telah tau
Derita hatiku dia juga tau
Siapa diriku dia pun tlah tau
Bagaimana aku semuanya dia tau
Denganmu lilin putih
Temani lah aku malam ini

Mati aku
Mati aku ayahku tahu
Aku sedang berjalan dengan pacarku
Mati aku ayahku tahu
Aku sedang berkencan dengan pacarku
Karena kata Ayah dia tidak bekerja
Sehingga ‘ku tak boleh berpacaran dengannya
Mati aku ayahku tahu
Aku sedang berjalan dengan pacarku
Mati aku ayahku tahu
Aku sedang berkencan dengan pacarku
Bagaimana caranya agar tak kena marah
Aku takut pulang ke rumah
Aku takut dipukul Ayah
Akhirnya aku tidur di bawah jendela




Cinta berawan
jauh sudah langkah cinta kita berdua
walau disadari tertutup awan gelap
bertambah ia bertambah
bertambah hitam dan gelap awan yang menutupinya
sampai detik ini gelap masih membayang
bilakah berlalu langit kembali cerah
berakhir segalanya
berakhir awan hitam yang menutup cinta kita berdua
Lelah… lelah ku menanti
bersinarnya rona pelangi
lama… lama kumenunggu
hari hari gelap membisu
dimanakah kau pelangi
kau datanglah menyinari
jangan biarkan gelap terus melanda
Betapa besarnya pengorbanan dirimu
dalam penantian saat cinta berawan
menanti segalanya
menanti awan hitam yang menutup cinta kita berdua

Lukaku
Belum kering lukanya hatiku
Luka bekas kausakiti dulu
Tapi kini engkau kembali
Memohon mengharapkan cintaku
Sebelum kau kembali padaku
Baik puaskan dulu hatimu
Dari cinta ke lain cinta
Puaskan, puaskanlah hatimu
Nanti baru kau datang padaku
Kini carilah olehmu kasih pengganti diriku
Lalu bandingkan olehmu cintanya dengan cintaku
Setelah itu kau baru tahu
Betapa besar cintaku padamu

Pacar dunia akherat
Ha…ri i..ni… saya, u…mumka….n
Pada Bulan pada Bintang
Dapatkah kumiliki
Seorang kekasih dunia akhirat
Kalau ada cari satu untukku
Kalau bisa kabarkan kepadaku
Untuk pacarkudunia akhirat
Tidak perlu kaya asal dia setia
Cinta dari muda sampai tua sama-sama
Kalu bisa cari satu untukku
Kalu bisa kabarkan segera
Buat apa banyak cinta
Buat apa banyak cinta
Tapi semua pendusta
manisnya hanya dibibir saja
Yang gagah banyak ulahnya
Yang gagah banyak ulahnya
Yang tampan banyak tingkahnya
Apalagi kalau sudah jaya
Ku tak butuh cinta kaya dunia
Yang kucari kasih dunia akhirat
Sakit gigi
Putus lagi cintaku
putus lagi jalinan kasih-sayangku dengannya
cuma karena rupiah lalu engkau berpaling muka
tak mau menatap lagi
kecewa… kecewa hatiku
terluka… karena cinta
reff:
kalau terbakar api
kalau tertusuk duri
mungkin…
masih dapat kutahan
tapi ini sakit lebih sakit
kecewa… karena cinta
jangankan diriku
semut pun kan marah
bila terlalu… sakit begini
daripada sakit hati
lebih baik sakit gigi ini
biar tak mengapa
berakhir pula
Kau yang nyalakan engkau pula yang padamkan (2x)
Dulu hatiku beku (3x) karena aku kecewa…
Kau yang nyalakan engkau pula yang padamkan…
Reff:
Hatiku tiada gairah lagi tak ingin lagi bercinta (2x)
Kembali kau padaku…(2x) untuk membuka hatiku
Namun akhirnya kini…
Berakhir pula bagaikan di dalam mimpi (2x)
Kini duka nestapa (3x) yang datang menyiksa hati…
Kau yang nyalakan engkau pula yang padamkan…




Matahariku
Bangkitlah hai satriaku, sembuhlah sayang
Deritamu deritaku, sembuhlah sayang
Bersinarlah matahariku
Terangi kembali hidupku
Bangkitlah hai satriaku, sembuhlah sayang
Deritamu deritaku, sembuhlah sayang

Bunga sekarang merana dan layu
Karena kumbang tak lagi merayu
Sang permaisuri dirundung nestapa
Karena sang raja di dalam musibah

Tanpa kamu alam seakan berduka
Terlukis di hati yang lara
‘Ku merindukan hari berbahagia
Yang penuh canda, tawa, ria
Dendangkanlah lagi lagu asmara
Jangan Pernah Selingkuh

Jangan kau dustai aku
Jangan kau sakiti aku
Bila kau cinta padaku

Jangan kau bohongi aku
Jangan kau lukai aku
Bila kau sayang padaku

[Reff:]
Tanpa ku tahu salahku
Tanpa ku tahu dosaku
Kau berbuat semaumu

Jangan pernah kau selingkuh
Jangan pernah kau mendua
Bila kau memang cintaku

Oo~ Oo~ …

Jangan kau dekati aku
Jangan kau merayu aku
Bila kau terus begitu
Buanglah sifat burukmu
Buang semua egomu
Karena ku tak suka itu

Back to Reff

Lirik lagu Julia Perez ~ Belah Duren

Makan duren dimalam hari
Paling enak dengan kekasih
Dibelah bang dibelah
Enak bang silahkan dibelah

Reff:
Jangan lupa mengunci pintu
Nanti ada orang yang tau
Pelan-pelan dibelah
Enak bang silahkan dibelah

Semua orang pasti suka belah duren
Apalagi malam pengantin
Sampai pagi pun yo wis ben

Yang satu ini durennya luar biasa
Bisa bikin bang ga tahan
Sampai-sampai ketagihan

Kalo abang suka tinggal belah saja
Kalo abang mau tinggal bilang saja

Back to Reff:

Makan duren dimalam hari
Paling enak dengan kekasih
Dibelah bang dibelah
Enak bang silahkan dibelah

Karmila

Kukenal dikau, lalu jatuh cinta, bagai pertama
Dan kucumbu dikau, penuh kasih mesra, bagai cerita
Kau berulangtahun, kutuang minuman, kedalam gelas
Pada saat itu, kutahu usiamu, baru sebelas
Ho… uwoo Karmila [4x]
Tak kuduga kau balas cintaku,
penuh kasih bagai ‘rang dewasa
Usia muda tak nampak padamu
Dikau… yang terakhir… [3x]
Ho… uwoo Karmila [4x]
Hou!









Nasib Bunga

Butir mutiara kata
Rangkaian rayuan cinta
Engkau taburkan
Engkau semaikan di badan jiwa

Setelah putik berbunga
Kelopak merekah indah
Engkau mereguk
Engkau mereguk madu bak buta

Setelah benih kautanam
Dan kini bertunas muda
Engkau biarkan
Kering merana mendamba cinta

Sampai hati kau merenggut bunga di jambangan
Lalu kaucampakkan dia dalam pelimbahan
Sungguh tak terpikulkan beban aib dan noda
Duka bertindih derita duhai nasib bunga

Masih adakah mentari nan cerah
Dosa dan dosa mengundang bencana
Apakah harus berputus asa

Iba dan belas kasihan
Hanya itulah harapan
Masih adakah
Agak secercah cinta tersisa


Keramat

Hai manusia, hormati ibumu
Yang melahirkan dan membesarkanmu

Darah dagingmu dari air susunya
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya
Dialah manusia satu-satunya
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya

Bila kau sayang pada kekasih
Lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu

Bukannya gunung tempat kau meminta
Bukan lautan tempat kau memuja

Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon doa
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari doa ibumu jua


Siapa yang Punya

Pria:
Yang manis siapa yang punya

Wanita:
Yang punya yang bertanya
Yang tampan siapa yang punya

Pria:
Yang punya yang bertanya

Duet:
Kamu milikku aku milikmu
Kamu kasihku aku kasihmu

Pria:
Semoga tak pernah berpisah

Wanita:
Berdua selamanya

Duet:
Semoga tak pernah berpisah
Berdua selamanya
Pria:
Betapa bahagianya hati
Bila selalu sehati

Wanita:
Sudah pasti kita selalu sehati
Sampai di akhir nanti

Pria:
Betapa aku ‘kan menderita
Bila kau tak setia

Wanita:
‘Ku tak yakin dan juga tidak mungkin
Aku dengan yang lain

Wanita:
Yang tampan siapa yang punya

Pria:
Yang punya yang bertanya
Yang manis siapa yang punya

Wanita:
Yang punya yang bertanya

Duet:
Kamu milikku aku milikmu
Kamu kasihku aku kasihmu
Wanita:
Semoga tak pernah berpisah
Pria:
Berdua selamanya
Duet:
Semoga tak pernah berpisah
Berdua selamanya


Mungkinkah

Tetes air mata basahi pipiku
Di saat kita kan berpisah
Terucapkan janji padamu kasihku
Takkan kulupakan dirimu

Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang

Mungkinkan kita kan slalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
Tuk melepaskan semua kerinduanku

Lambaian tanganmu iringi langkahku
Terbersit tanya di hatiku
Akankah dirimu kan tetap milikku
Saat kembali di pelukanku

Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang

Mungkinkan kita kan slalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
Tuk melepaskan semua kerinduanku

Kau kusayang
Slalu kujaga
Takkan kulepas selamanya
Hilangkanlah

Keraguanmu pada diriku
Di saat kujauh darimu

Jandaku

Istri yang aku ceraikan
Menangis di tengah hari
Menyesal tiada berguna
Tak akan kukembali lagi
Karena sakit hatiku tak tahan aku menunggu
Karena sakit hatiku tak tahan aku menunggu
Kunasehat dikau selalu agar jangan lekas cemburu
Kunasehat dikau selalu agar jangan lekas cemburu
Anak yang ada padamu jangan kau sia-siakan
Anak yang ada padaku slalu memanggil namamu
Biarpun kau pandang jemu asal anakku dijagakan
Biarpun kau pandang jemu asal anakku dijagakan
Dengarlah wahai jandaku carilah jodoh yang lain
Dengarlah wahai jandaku carilah jodoh yang lain
Usah kau merana selalu..berdosa jikalau tak kawin
Usah kau merana selalu..berdosa jikalau tak kawin
Terbayang-bayang [Ona Sutra]
Nostalgia masa berpacaran
Yang tak dapat terlupakan
Terbayang-bayang dimata
Tak luput dari pandangan

Terbayang-bayang dimata...
Tak luput dari pandangan
Terbayang-bayang dimata...
Tak luput dari ingatan

Berdayung sampan kita berdua
Di danau toba sumatra
Riak gelombang menjadi saksi
Sumpah janji sehidup semati

Gunung tinggi kan kita daki
Lautan luas kan kita sebrangi

Terbayang-bayang dimata
Tak luput dari pandangan

Nurhayati...
Dengarkanlah ungkapan perasaan ini

Kau yang aku impikan
Pagi siang dan malan
Kini sudah menjadi miliknya orang
Hancurnya hatiku kini tiada terkiranya

Nurhayati

Dengarlah semboyan laguku ini
Jangan kau memandang bintang dilangit
Pasir di pantai engkau lupkan
Habis manis sepah kau buang kini hanya tinggal kenangan

Terbayang-bayang dimata...
Tak luput dari pandangan
Terbayang-bayang dimata...
Tak luput dari ingatan

Termiskin di dunia

Bukan kumenolakmu
Untuk mencintaiku
Tetapi lihat dulu siapakah diriku
Karena engkau dan aku
Sungguh jauh berbeda
Kau orang kaya Aku orang tak punya
Sebelum terlanjur
Pikir-pikirlah dulu
Sebelum engkau Menyesal kemudian
Jangankan gedung gubukpun aku tak punya
Jangankan permata uang pun aku tiada
Aku merasa orang termiskin di dunia
Yg penuh derita bermandikan air mata
Itulah diriku kukatakan padamu
Agar engkau tahu siapa aku.






Gadis atau Janda

¤ Sudah berulang kali aku bermain cinta
* Jadi baru abang yang ade cinta
¤ Pemuda yang gangguku semuanya buaya
* Abang jadi ragu pada dirimu

* Kau masih atau sudah janda, baik katakan saja jangan malu
¤ Memangnya kenapa aku mesti malu, abang tentu dapat tuk membedakannya
* Kau katakan saja yang sesungguhnya
¤Sesungguhnya diriku oh memang sudah janda
* Walaupun kau janda tetap ku suka
( masa iya )

* Kau masih atau sudah janda, baik katakan saja jangan malu
¤ Memangnya kenapa aku mesti malu, abang tentu dapat tuk membedakannya
* Kau katakan saja yang sesungguhnya

Malu akh,
Malu ma siapa?
Nanti di dengar orang. Mana, gak ad orang.
Itu..
Mana?
Itu,..
Kalau janda masih mau kan?
Oh tentu dong
Anaknya banyak
Gak papa..

Yang penting kalo saya cinta
¤ Sesungguhnya diriku oh memang sudah janda
* Walaupun kau janda tetap ku suka
§ Marilah segera kita kawin saja

Alun-alun nganjuk
Lunga tak anti – anti kapan nggonmu bali
Mecak’e endahing wengi kutha Nganjuk iki
Sumilir angin wates nggugah kangene ati
Opo kowe ora ngerteni
Kowe tak kangeni
Ning alun – alun tak goleki
Terminal stasiun tak ubengi
Senajan setahun tak enteni
Tresnamu sing tak gondheli
Lali tenan to dhik nggonmu janji – janji ?
Disekseni lampu alun – alun iki
Lali tenan to dhik karo aku iki ?
Ning terminal stasiun nggonku nggoleki


Pacar Temanku

Aku diam-diam
Curi-curi waktu
Dengan si dia
Pacar temanku

Aku diam-diam
Menjalin hubungan
Dengan si dia
Selingkuhanku

Reff:
Jangan, oh jangan.. Jangan..
Sampai ketahuan
Kalau aku berkencan
Dengan pacar temanku
Cumbu-cumbu, gitu..

Jangan, oh jangan.. Jangan..
Sampai ketahuan
Aku sekedar suka
Bermain-main cinta
Cumbu-cumbu, gitu..

Tapi ku tak peduli
Andainya dia tahu
Yang penting aku hepi
Dengan pacar temanku

Back to *, Reff

Back to Reff

Akhir sebuah cerita
Aku dipergokinya
Sedang asyik duaan
Dengan pacar temanku

Aku diam-diam
Curi-curi waktu
Dengan si dia
Pacar temanku

Dulu, diam-diam
Kau goda pacarku
Bercumbu rayu
Dibelakangku

0 komentar: